Dalam era transformasi digital, ketersediaan jaringan internet yang stabil dan berkelanjutan menjadi kebutuhan utama masyarakat dan pemerintah. Di Papua Selatan, konektivitas internet masih sangat bergantung pada jaringan Fiber Optic (FO) dan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL). Sepanjang tahun 2025, gangguan akibat putusnya SKKL telah terjadi beberapa kali dan berdampak pada terhentinya layanan internet di berbagai sektor.
Putusnya SKKL menyebabkan jalur utama fiber optic kehilangan akses ke jaringan nasional. Kondisi ini berdampak langsung pada layanan IndiHome Telkom, website pemerintah, layanan publik digital, serta komunikasi data antar instansi. Proses perbaikan kabel laut membutuhkan waktu yang tidak singkat karena harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan kesiapan sarana perbaikan.
Sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan jaringan, Telkom melalui Telkomsat menghadirkan teknologi Satelit Low Earth Orbit (LEO). Satelit LEO mengorbit Bumi pada ketinggian rendah sehingga mampu menyediakan koneksi data yang lebih cepat dan stabil dibandingkan satelit konvensional. Teknologi ini terhubung ke jaringan nasional melalui Stasiun Bumi LEO Telkomsat.
Pemanfaatan satelit LEO sebagai backup jaringan FO memiliki sejumlah keunggulan penting, antara lain:
1. Latensi Lebih Rendah
Karena berada lebih dekat dengan permukaan Bumi, satelit LEO memiliki waktu tunda yang lebih singkat. Hal ini membuat akses website, aplikasi pemerintahan, dan komunikasi data terasa lebih responsif.
2. Konektivitas Lebih Stabil
Satelit LEO menggunakan banyak satelit yang bergerak secara bergantian, sehingga koneksi tetap terjaga meskipun terjadi gangguan pada satu jalur komunikasi.
3. Tidak Bergantung pada Infrastruktur Darat
Berbeda dengan fiber optic dan kabel laut, jaringan satelit tidak terpengaruh oleh putusnya kabel, banjir, atau longsor. Hal ini menjadikan LEO sangat andal sebagai jalur cadangan.
4. Cocok untuk Kondisi Darurat dan Bencana
Dalam situasi darurat, satelit LEO dapat menjaga komunikasi tetap berjalan sehingga layanan prioritas pemerintah dan masyarakat tetap tersedia.
5. Mendukung Wilayah Terpencil
Teknologi LEO mampu menjangkau wilayah yang sulit dijangkau jaringan fiber optic, sehingga berkontribusi pada pemerataan akses internet.
Dalam kondisi normal, layanan internet tetap berjalan melalui Fiber Optic IndiHome Telkom sebagai jalur utama. Namun saat terjadi gangguan pada FO atau SKKL, konektivitas dapat dialihkan ke satelit LEO sebagai backup, sehingga layanan digital tidak terhenti sepenuhnya.
Pengalaman gangguan SKKL di Papua Selatan tahun 2025 menjadi pembelajaran penting bahwa ketahanan jaringan digital memerlukan lebih dari satu jalur konektivitas. Kombinasi antara fiber optic sebagai jalur utama dan satelit LEO Telkomsat sebagai backup merupakan solusi strategis untuk mendukung keberlanjutan layanan publik, SPBE, dan transformasi digital di Papua Selatan.